Make your own free website on Tripod.com

Hati Hati Bawa Hati

Aduh......,

Susahnya punya hati Letaknya tersembunyi,

Tapi gerakan tampak sekali (he mmm, malu juga diri ini)

Makanya.......,

Lebih baik punya istri

Kalau tersenyum ada yang menanggapi

Kalau berekspresi ada yang memahami

Sikapnya lembut tak bikin keki

Kadang malah memuji

"Tuhan tak pernah ingkar janji, Kalau terus menjaga diri, Akan mendapat pendamping yang lurus hati"

Tapi kalau masih sendiri, Hati hati bawa hati Kalau sibuk mencari perhatian, Kapan kamu mengenal gadis yang bisa menjaga pandangan? Bagusnya sibuk menyiapkan perbekalan (memperbaiki iman) Tanpa susah-susah membayangkan Saat saat tak terbayangkan

Ada pun kalau sudah beristri, Jangan lupa mengingatkan Kalau ada yang dilalaikan Tentang perkara yang disyari'atkan Tapi kalau ia memelihara kewajiban Ingat-ingatlah untuk memberi perhatian Jangan menunggu dapat peringatan

MERINDUKAN PERNIKAHAN BARAKAH

Saat Uqail Ibnu Thalib menikah dengan seorang wanita dari kalangan Bani Jasyim mereka menerima ucapan "semoga bahagia dan banyak anak". Pada masa sekarang ini, ini adalah hal yang biasa malah ditulis dalam sebuah undangan2. Mendengar itu Ia langsung teringat Rasulullah, kemudian Ia berkata "janganlah kalian mengatakan demikian sesungguhnya Rasulullah telah melarangnya".

Mereka bertanya "Kalau demikian apa yang harus kami katakan wahai Abu Zaid?" "Katakanlah semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian, inilah yang diperintahkan kepada kalian". Disini mendo'akan penganten baru agar bahagia dan banyak anak dilarang (makruh). Tapi ketika orang mau menikah kita dingatkan untuk menentukan pilihan sehingga mendapat kebahagiaan dan keturunan yang banyak.

"Kawinilah wanita yang subur rahimnya (waluud) dan pencinta". Rasulullah menganjurkan "pilihlah yang masih gadis karena ia lebih manis mulutnya, lebih dalam kasih sayangnya, lebih terbuka, dan lebih menginginkan kemudahan" Yang dimaksud manis mulutnya yaitu ucapannya, sedang lebih dalam kasih sayangnya adalah lebih banyak melahirkan anak, terbuka, dan polos.

Sebagian sahabat memberikan keterangan "Tetaplah kalian mengawini gadis2, sebab mereka lebih manis mulutnya, lebih rapat rahimnya, lebih hangat vaginanya, lebih sedikit tipuannya dan lebih rela dengan nafkah yang sedikit". Yang dimaksud rapat rahimnya adalah banyak melahirkan anak.

Pesan Umar bin khaththab "Perbanyaklah anak karena kalian tidak tahu dari anak yang mana kalian mendapat rizeki". Anak yang barakah adalah rizeki akhirat dan dunia. Ketika kita berjumpa kawan kita mendo'akan barakah, tapi sebelumnya didahului dengan kata salam dan rahmat (assalamu'alaikum wr wb). Untuk mencapai barakah orang terlebih dahulu harus memperoleh salam dan rahmat. Keluarga bisa barakah jika di dalamnya ada sakinah. Mereka merasa tenteram walaupun digunjang berbagai masalah. Jika suami banyak masalah istri menghibur dengan wajah teduh, penuh perhatian dan kasih sayang.

Betapa bahagianya jika anda mempunyai istri seperti itu, anda telah mendapat kunci kebahagian. "Tiga kunci kebahagiaan seorang laki2 adalah istri shalihah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga kehormatanmu, dirinya dan hartamu; kendaraan yang baik yang bisa mengantar kemana kamu pergi; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.

Tiga perkara yang membuat sengsara adalah istri yang tidak membuatmu bahagia jika dipandang dan tidak bisa menjaga lidahnya juga tidak membuatmu aman jika kamu pergi karena tidak bisa menjaga kehormatan diri dan hartamu; kendaraan rusak yang jika dipakai hanya membuatmu merasa lelah namun jika kamu tinggalkan tidak bisa mengantarkan kamu pergi; dan rumah yang sempit yang tidak ada kedamaian didalamnya". Untuk mendapati keluarga barakah maka harus ada sakinah dan mawadah warahmah (kasih sayang), tanpa itu sulit untuk mencapai barakah.

Keluarga yang dipenuhi barakah merupakan tempat yang baik untuk membesarkan anak. Dalam sebuah keluarga barakah hampir segala kegiatan bernilai ibadah. Kalau anda berhubungan intim anda akan mendapat pahala shalat dhuha, kalau anda meremas2 jemari istri dengan remasan sayang, dosa anda berdua berguguran. Kalau anda menyenangkan istri sehingga hatinya bahagia dan diliputi suka cita anda hampir2 sama dengan orang yang menangis karena takut pada Allah.

"Barang siapa menggembirakan hati seorang wanita (istri)" kata Rasulullah "seakan2 menangis karena takut kepada Allah, Barang siapa menangis karena takut kepada Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka" "Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya" Rasulullah menjelaskan " maka Allah meperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat, manakala suami merengkuh telapak tangannya (diremas2), maka bergugurlah dosa2 suami istri itu dari sela2 jari jemarinya".

Bahkan pahala yang didapatkan ketika bersetubuh dengan istri bisa mencapai tingkat pahala mati orang terbunuh dalam perang di jalan Allah. Sabda Rasulullah "Sesungguhnya seorang suami yang mencampuri istrinya maka pencampurannya (jima') itu dicatat memperoleh pahala seperti pahala anak lelaki yang berperang dijalan Allah lalu terbunuh".

Jika pernikahan anda barakah insyaAllah anda mendapatkah pernikahan sebagai jalan yang menyelamatkan (semua anggota keluarga anak, orang tua, istri atau suami, juga mertua). Mereka saling tolong menolong dengan amalnya, tetap dalam iman dan ketaqwaan. Mereka yang derajat amalannya kurang disusulkan kepada yang derajat amalnya yang lebih tinggi.

Dalam suatu riwayat Rasulullah bersabda "ketika seorang masuk ke surga, ia menanyakan orang tuanya, istri dan anak2nya. Lalu dikatakan kepadanya, 'Mereka tidak mencapai derajat amalmu'. Ia berkata,'Ya Tuhanku, aku beramal bagiku dan bagi mereka. 'Lalu Allah memerintahkan untuk untuk menyusulkan keluarganya ke surga".

"Dan orang2 beriman, lalu anak cucu mereka mengikuti mereka dengan iman, kami susulkan keturunan mereka pada mereka, dan Kami tidak mengurangi amal mereka sedikitpun" Ath Thur: 21.

Bagaimanakah pernikahan bisa menjadi keselamatan bagi mertua? Bukankah yang disusulkan adalah orang tua, istri dan anak cucu? Mertua adalah orang tua temen hidup (istri) kita. Jika saat menikah istri meniatkan untuk mencapai keselamatan agama dan menjaga kehormatan farjinya, insyaAllah yang demikian itu dapat membawa orang tuanya kepada keselamatan dunia dan akhirat. Bukankah kalau seorang anak perempuan melakukan perbuatan dosa karena tidak dinikahkan oleh ayahnya pada saat ia seharusnya menikah, dosa2nya akan ditanggung orang tua? Jadi pernikahan barakah adalah jalan keselamatan.

Memilih "calan istri atau calon suami" juga berarti memilih orang yang diharapkan dapat menyelamatkan orang tua dan anak cucu kelak di yaumil qiyamah, orang yang dapat mendekatkan kepada safaat dihari akhir. Seorang istri yang membantu suaminya bertakwa dan memperbaiki akhlak berarti membantu mertuanya mencapai surga. Tindakannya sendiri merupakan wasilah untuk mencapai surga dan kasih sayang Allah bagi dirinya sendiri maupun orang tuanya, karena orang tua dapat disusulkan derajat amal anaknya.

Maka semakin besar barakah pernikahan anda, berarti semakin luas wilayah keselamatan dan kedamaiannya. Tidak hanya keluarga, masyarakatpun ikut memperoleh barakahnya, meskipun saat itu mereka tidak merasakan langsung. Pernikahan yang barakah insyaAllah banyak melahirkan keutamaan, termasuk tumbuhnya sunnah hasanah (kebiasaan baru yang baik) sebaliknya pernikahan yang tidak barakah akan menimbulkan sunnah sayyi'ah (kebiasan baru yang jelek) yang selain berkembang dalam keluarga juga berkembang kemasyarakat.

Rasulullah bersabda "Barang siapa menetapkan sunnah hasanah lalu ia diamalkan maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakanya tanpa dikurangi sedikitpun. Dan barang siapa yang menetapkan sunnah sayyi'ah lalu ada yang mengamalkannya maka ia memperoleh dosa seperti orang yang mengerjakan tanpa disusut sedikitpun". Baik sunnah hasanah maupun sunnah sayyi'ah ini dapat terbentuk sejak dimulai dari peminangan, proses peminangan sampai akad nikah, pelaksanaan pernikahan, penyelenggaraan walimah, membikin rumah sampai nanti membesarkan anak.

Bagaimana usaha untuk mencapai nikah yang barakah? Pertama adalah niat. Niat ketika menikah, niat ketika mengadakan walimah, sampai niat ketika memberi mahar kepada isteri. Mahar yang sederhana lebih dekat kemaslahat dan kebersihan niat, terutama dari kekotoran untuk mendapat penilaian sosial dari masyarakat. Niat yang baik dan tepat mendekatkan kepada pernikahan yang penuh barakah. Semakin baik dan jernih niatnya, semakin besar barakahnya. Jika kita menikah agar dapat memejamkan mata dan menjaga kemaluan atau menyambung tali kasih sayang maka Allah memberi barakah bagi istri dan suami. Suami barakah bagi istri dan istri barakah bagi suaminya.

Tetapi pernikahan Anda bisa tidak barakah sama sekali jika anda memilih suami karena silau terhadap harta, sedangkan agama dan ahklak menjadi pertimbangan no 2. Rasulullah bersabda " barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki itu meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya". Nikah bisa kurang barakahnya jika Anda mempersulit proses. Suami tidak mudah mencapai akad nikah bukan karena halangan yang bersifat prinsip.

Ada perbedaan antara mempersulit proses dengan kesulitan. Yang terakir insyaAllah akan menambah kedekatan serta kuatnya jalinan perasaan antara anda berdua. Bagaimana keadaan hati anda ketika memutuskan untuk menikah juga mempengaruhi. Jika anda menyegerakan menikah, insyaAllah keluarga anda penuh barakah, tetapi jika anda tergesa2 kekecewaan akan lebih mudah anda dapatkan daripada kebahagian. Perbedaan antara menyegerakan dan tergesa2 tipis sekali kalau tidak bisa mengenali, tapi akibatnya berbeda jauh. Jika anda bersedia menikah dengan pemuda yang masih sendirian agar ia tidak jatuh dalam maksiat, insyaAllah nikah anda penuh barakah.

Rezeki anda berdua diluaskan Allah sedangkan akhlak suami anda akan diperbaiki oleh Allah. Bisa jadi awalnya biasa2 jadi setelah menikah dia menjadi sangat mulia akhlaknya. Keluhuran akhlak mengesan manusia dan malaikat. Ini karena besar barakah yang dilimpahkan Allah. Rasulullah bersabda "Kawinkanlah orang2 yang sendirian diantara kamu sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rezekinya dan menambahkan keluhuran mereka". Pelaksanan akad nikah juga mempengaruhi barakah nikah, juga proses sesudahnya, apa yang anda lakukan bersama2 setelah akad nikah yang disaksikan malaikat dan manusia.

Apa perkataan anda tatkala berdua, bagaimana anda mulai menyentuh istri anda sampai bagaimana anda membimbingnya. Bagaimana anda mengadakan walimah? Ini juga penting untuk diperhatikan. Sesudahnya, anda bisa memulai kebiasaan yang baik dan saling mengenali selama tujuh hari pertama setelah menikah, jika istri anda seorang gadis. Ini adalah masa2 yang khusus milik anda berdua. Anda bisa menghabiskan dengan bercanda, karena bermanja kepadanya pun berpahala. Tetapi anda juga bisa menetapkan sunnah hasanah bagi keluarga anda, atau lebih khusus buat anda dan istri anda. Termasuk didalamnya tentang bagaimana anda berdua saling merasakan keindahan dalam hubungan intim.

Ada hal2 yang insyaAllah akan mendatangkan barakah sehingga yang lahir dari hubungan intim itu adalah rasa sayang dan kedekatan perasaan yang semakin kuat, serta keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat Laa ilaaha illaLlah. Hal yang lain yaitu masalah keselarasan. Salah satu hal yang akan menambah keselarasaan dan kemesraan keluarga berawal dari istri yang menyejukan ketika dipandang. Sejuknya pandangan karena istri menghinasi diri dengan dua hal yaitu perhiasan batin dan perhiasan zahir. Berhias secara zahir sehingga suami merasa senang berdekatan, terutama baik untuk tiga waktu. Kapan saja? Yaitu ketika suami akan berpergian, ketika suami datang dari berpergian (terutama berpergian jauh dalam waktu lama, apalagi kalau melelahkan) serta ketika berangkat tidur.

Keindahan rumah tangga. Ini terkait dengan usaha untuk saling membantu dalam taqwa dan menegakkan kebaikan. Paling tidak kebaikan2 dalam rumah tangga. Sehingga Allah akan memenuhi keluarga kita dengan barakah. Hal yang lain yang tak kalah penting yaitu menjaga lisan. Menjaga lisan ini dalam berbagai keadaan, terutama yang menyangkut masalah suami, istri dan anak. Termasuk perkataan terhadap tetangga. Baik menyangkut peminang maupun yang dipinang. Tiap perkataan memiliki kedudukan tinggi. Tiap kedudukan mempunyai hak. Tiap2 hak terkait dengan tanggung jawab. Tiap tanggung jawab akan berkenaan dengan akibat, baik ataupun buruk. Sebagian perkataan bisa menjadi do'a meskipun tidak dimaksudkan untuk do'a. Ini terutama bila diucapkan bersamaan dengan sa'atu nailin, yaitu saat ucapan menjadi do'a dan do'a pasti dikabulkan saat itu. Sebagian perkataan terhadap orang lain akan kembali mengenai dirinya. Sebagian perkataan tentang dirinya atau teman hidupnya (suami maupun istri) bisa membawa kekeadaan yang lebih buruk, padahal keadaan awal tidak buruk. Untuk itu janganlah kita zalim dalam menggunakan lidah.

Marilah mohon kepada Allah atas apa2 yang kita ucapkan.

Saya berdo'a "Mudah2 kita termasuk orang2 yang dibarakahi dan dimudahkan Allah didunia dan akhirat". Amin Allahuma amin. Maafkan jika ada kata yang salah dan hilaf.

Wassalaam.

raffiq