Make your own free website on Tripod.com

Proposal Pernikahan

Latar Belakang

Mama dan papaku tersayang, semogaAllah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Mama da papa, sebagai makhluk Allah, anakmu initelah diberi berbagai ni'mat. Di antaranya adalah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis. Fitrah merupakan pemberian Allah yang telah melekat secara inheren dengan kehidupan manusia itu sendiri. Hanyalah kehancuran yang didapatkan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah itu. Sungguh, kebutuhan ini wajar bagi manusia normail, selain untuk kebahagiaan manusia itu sendiri. Mama dan papaku, melihat kehidupan remaja dewasa ini sungguh amat memprihatinkan. Mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah pada kebahagiaan semua dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempet mikirin kawin, sibuk sih, lagian saya masih ngumpulin barang dulu," begitu kata sebagian dari mereka. Padahal, kurang apa sih mereka. Wallahu a'lamu, mudah-mudahan saja mereka bisa bertahan untuk tidak berbuat maksiat. Mama dan papaku tersayang, bercerita tentang pergaulan remaja umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk ditorehkan. Setiap saya menulis suatu peristiwa remaja, pada saaat yang sama, terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita. Mama dan papa, inilah antara lain yang melatarbelakangi anakmu ini untuk segera menikah.

Dasar Pemikiran

"Dan nikahkanlah orang-orang bujangan di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba -hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 24:32) "Dan segala sesuatu kami jadikan berjodoh-jodohan, agar kamu sekalian mau berpikir." (QS. 51:49) Jika ada manusia yang belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT. Dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangk siapa diberi Allah seorang istri yang shalihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separuh lainnya." (Al-hadits)

Anjuran-anjuran Rasulullah untuk menikah Rasulullah SAW bersabda: Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku!" (al-Hadits) "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah: a. Pejuang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya c. Pemuda yang menikahi karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram." (al-hadits) "Hai, golongan pemuda!!! Bila diantara kamu ada yang mampu menikah hendaklah ia nikah, karena nanti mata akan lebih terjaga dan kemaluan akan lebih terpelihara." (al-Hadits).

Akibat-akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan

1. Kerusakan dan kehancuran moral, akibat pacaran dan free sex.

2. Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.

3. Tidak tenangnya ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.

4. Menanggung dosa diakhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan terpenuhi.

Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah seperti berikut ini" - status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang: Ir. DR, SE, SH. - Menunggu kakak yang belum menikah, padahal dia sudah wajib menikah. - Pesta pernikahan mestilah yang wah.., karena merupakan prestise tersendiri, bukan diselenggerakan dengan penuh ketawadhu-an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. - Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua. - Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan Rasul-Nya. bukan dicampuri dengan harapan ridha dari manusia (sanjungan, tidak enak, apa kata orang). - Yakinlah...! Bila Allah ridha terhadap apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.

Tujuan Pernikahan

1. melaksanakan perintah Allah dan Sunnah rasul.

2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.

3 Mendapatkan cinta dan kasih sayang

4. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah istri yang shalihat)

Kesiapan Pribadi

1. Kondisi Qalb yang sudah mantap (setelah istikharah)

2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).

3. Secara materi, siap!

Penutup:

Mama dan Papa, demikianlah proposal ini diajukan anakmu. Semoga mama dan papa memahami keinginan anakmu ini. Dan semoga mama dan papa diberi kekuatan oleh Allah agar dapat memenuhi kewajiban ini. Atas bantuan dan doa mama dan papa, anakmu mengucapkan "Jazakumullah khairan katsiraa."

Jakarta, Rajab 1415 H

Anakmu

Ishlah 95