Make your own free website on Tripod.com
Cara Praktis Agar Kembali Romantis

 Surabaya, 27 Juli 2000, 07.07 WIB

 Cinta dan luka hati, lebih sering manakah yang datang menghampiri? Anda ingin cinta tidak mati oleh luka hati? Berikut ini adalah kiat praktis agar tetap romantis.

 Aku Adalah Tamu

 Anda pernah jadi tamu? Sadarilah di dunia ini Anda adalah tamu! Itulah pegangan yang diajarkan Nabi kita. Seorang tamu akan selalu bertindak sopan, hormat dan tidak menyakitkan. Semua yang ada di hadapannya bukan miliknya, tapi milik tuan rumah. Tamu tidak akan sembarangan bertindak ini dan itu. Istri, anak, rumah, mobil, uang dll semuanya milik ‘Tuan Rumah’, anda hanyalah tamu. Karenanya bersikaplah yang sopan, hormat dan menyenangkan kepada istri, dan semuanya. Anda bertemu mereka hanya sebentar saja, berilah kesan yang terbaik buat mereka.

Dengan Salam Masuk Surga Bersama

 “Apabila kalian menemui istri ucapkanlah salam ...” kata Nabi riwayat Tirmidzi. Nabi juga menjelaskan, dengan mengucapkan salam niscaya kalian akan saling mencinta. Apalagi jika ditambah dengan menggenggam jemari tangan istri, “maka dosa-dosapun berguguran dari sela-sela jemari tangannya,” begitu kata Nabi diriwayatkan oleh Maisaroh bin Ali dari Abu Sa’id al-Khudzri ra. Kelihatannya enteng, tapi setelah bertengkar, bisakah Anda mengucapkan salam dan menjabat tangan suami? Yang jelas lakukanlah, berpahala, lho?

Enak Jadi Aktor

Lihatlah wajahmu di cermin. Jadilah aktor berwajah marah, lalu benci, mengumpat, atau menangis, berwajah sombong kemudian berwajah riang gembira. Manakah yang paling enak dipandang, wajah marah ataukah riang? “Janganlah kamu mengabaikan kebaikan sekecil apapun meski hanya sebuah wajah berseri yang disuguhkan,” begitu kata Nabi. Maka dari itu, dalam kondisi seberat apapun berlatihlah jadi bintang film profesional, agar tetap bisa berwajah cerah. Usahakan, ya.

Mesra Senantiasa

 “Ya, Humaira,” begitu Rasul biasa memanggil Aisyah dengan kemesraan, humairo artinya wahai yang berpipi semu merah. Bahkan di meja makanpun Rasul sering bermesraan. Aisyah berkata: ...saya minum dengan gelas Rasulullah, kemudian beliau-pun minum di tempat mana saya meletakkan mulut tadi.” (HR. Muslim). Para suami, mengapa tidak meniru Nabi?

Lebih dari itu, saat membuat roti, dua orang istri Nabi yaitu Aisyah dan Saudah bahkan bercanda saling melumurkan adonan tepung ke wajah, dan Rasul turut serta bergembira bersamanya (HR. Bukhari). Bayangkan, Nabi saja bermain adonan tepung.

Masih Aisyah, ia bercerita: ”Saya mandi dengan Rasulullah dalam satu bak mandi. Kami saling mengggosok badan dengan tangan. Ia mendahului saya hingga saya katakan: Tinggalkan aku...tinggalkan aku. Waktu itu kami dalam keadaan junub.” (HR. Bukhari Muslim) Aisyah juga berkata: ”Rasulullah tidak melihat (kemaluan) saya dan sayapun tidak melihat dia.”

Menantu Nabi, Ali ra berkata: ”Cairkan jiwa ini saat demi saat, karena ia berkarat sebagaimana besi.” Jadi, canda ria suami istri begitu penting ditengah kepenatan hidup sehari-hari. Kalau nggak, bisa-bisa cinta akan berkarat!

Trik Sepulang Kerja

Saling menghadiahilah kalian niscaya terjalin saling cinta, itulah pesan Nabi. Sepulang kerja bawalah hadiah. Tapi pesan sponsor ini hanya bisa dilakukan jika Anda tahu kegemaran istri/suami. Maunya kasih hadiah kepiting rebus, eh nggak tahunya sang istri malah menjerit ketakutan karena memang trauma melihat kepiting.

Akrab Dengan Kerabat

Tak jarang, pemicu pertengkaran adalah ketidak baikan hubungan suami dengan mertua, atau sebaliknya. Karenanya jagalah hubungan baik dengan kerabat. Rasul saja, setiap menyembelih kambing selalu menyuruh orang untuk mengirimkan dagingnya ke kerabat-kerabat Khadijah, juga ke sahabat-sahabat Khadijah.

Bertengkar Efektif

“Seperti yang anda ketahui saya dan juga istri saya punya watak yang cukup keras. Karenanya sejak pernikahan dulu, kami berdua telah memahami dan membuat janji, bila salah satu sedang marah maka yang lainnya harus bersabar menerimanya. Itulah kiatnya,” cerita Khalifah Umar bin Khatab ra. Buatlah aturan main, bicarakan fokus masalah dan jangan melebar kemana-mana apalagi melibatkan tabungan emosi. Sadarilah bahwa tujuan ‘kita berdua’ adalah sama, yaitu ingin bahagia.

 (age)